Wiw, dah sekian lama tak mengupdate dan celingak celinguk di blog ini, bahkan karena terlalu lama tidak diupdate udah tumbuh rumput dimana-mana.
Kisah ini sebenarnya udah lama berlalu sekitar 2 tahun yang lalu kurang lebih. Kisah pahit yang kini menjadi benar-benar manis jika mengingatnya. Kisah ini bermula dari keinginan 2 jejaka muda (hendro dan fernando) ditambah satu orang kakek kura-kura (fransciscus) untuk menikmati liburan ke medan. Perjalanan pun dimulai dari kampus kami Politeknik Informatika Del (daerah tobasa) menuju medan (ongkos pada waktu itu sekitar Rp. 35000 dah diantar sampe rumah). Pembayaran ongkos dilakukan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Perjalanan pun dimulai jika tidak salah sekitar pukul 18.00 WIB (Waktu In Balige). Perjalanan balige (sitoluama tepatnya) menuju medan memakan waktu sekitar 5 jam. Selama perjalanan akan berhenti 2 kali (biasanya) di siantar (rumah makan Top) dan di pasar bengkel.
Hal yang paling kuingat dari perjalanan ini adalah ketika berhenti untuk makan di siantar, rumah makan Top tepatnya. Untuk lebih jelas begini reka kejadiannya.
fernando : kau makan dro?
hendro : duitku tinggal 3000 (tanpa merasa bersalah), kau ndonk?
fernando : ada 5000
fernando : kau cus (fransciscus)?
ciscus : g ada lagi duit ku sama sekali (ada yang lebih parah).
Nasiblah! akhirnya tuh duit kami kumpulin untuk beli kerupuk + aqua juga beli rokok buat si ciscus. Duduk di depan rumah makan Top sambil makan kerupuk, sesekali memandang orang yang makan ayam didalam berharap kerupuknya jadi rasa ayam. Kerupuk abis rokok dah dihisap si ciscus tapi perut masih juga lapar. Nasiblah memang!
Tambah lagi melihat cewe dengan muka kenyang keluar dari rumah makan buat kepala makin pening. Membuat si andoenk (fernando) jadi nekat. Tuh cewe dilempar si andoenk kakakakakak. Untungnya g kena, klo sempat kena kian bakal panjang urusan ama bapaknya.
Huh, pengalaman pahit yang terlalu indah untuk dilupakan.
Filed under: 1 | 16 Comments »
*).
